KORANJAKPOS.COM, Kota Bekasi β Sebuah bangunan yang dikenal sebagai pabrik kancing di jalan Pangkalan 5, sebelum pintu masuk TPST, kawasan Ciketingudik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi.
Pabrik Kancing diduga menjadi lokasi kencingan solar ilegal. Aktivitas mencurigakan ini memicu keprihatinan publik dan sorotan dari Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Bantargebang.
Informasinya, dari pantauan di lapangan oleh wartawan Pokja Bantargebang, menunjukkan adanya aktivitas sejumlah truk bak terbuka yang diduga membuang atau menjual solar di sekitar area pabrik.
Namun, akses lokasi yang tertutup, dinilai berisiko dan menghambat upaya dokumentasi langsung di dalam kawasan tersebut.
Menanggapi temuan ini, Lurah Ciketingudik, Usep Wijaya, SE, mengaku belum mengetahui aktivitas ilegal di lokasi pabrik tersebut.
βTerima kasih atas informasinya, kami belum mengetahui kalau ada seperti itu,β ujar Usep saat dikonfirmasi oleh Jurnalis dari POKJA WARTAWAN BANTARGEBANG Selasa (24/6/2025).
Sebagai langkah cepatnya, pihak kelurahan berjanji akan segera menindaklanjuti laporan tersebut.
βNanti saya akan mengutus Trantib untuk meninjau ke lokasi,β tegasnya.
Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Bantargebang, Suryono, ST, menyayangkan praktik ilegal yang menjadi rahasia umum ini masih saja terus terjadi.
Meski pemerintah dg gencar memberantas penyalahgunaan BBM bersubsidi, seakan praktek βkencingan solarβ tak pernah mati dan masih ada saja kasusnya di Kota Bekasi.
βIni bukan sekadar pelanggaran hukum. Aktivitas seperti βkencing solarβ merugikan negara, mencederai keadilan sosial, dan memperkaya oknum tertentu,β kata Suryono dalam pernyataannya.
Ia mendesak pihak kepolisian, Satpol PP, dan instansi terkait untuk menindak tegas terhadap seluruh pihak yang terlibat, baik pelaku lapangan, supir truk, hingga pemilik atau pengelola lokasi.
Pokja Wartawan Bantargebang juga mengajak masyarakat untuk tidak tinggal diam dan aktif melaporkan dugaan pelanggaran hukum di wilayahnya.
Jangan sampai wilayah kita dicap sebagai sarang pelanggaran hukum karena ketidakpedulian kita sendiri. Karena jika kita diam, maka kejahatan akan terus berulang,β tandasnya.(RZ)



