KORANJAKPOS, KOTA BEKASI, -Suasana tenang di RT 01/RW 05 Kelurahan Ciketingudik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi mendadak mencekam. Sebuah video rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi intimidasi oleh segerombolan Orang Tak Dikenal (OTK) terhadap seorang warga berinisial US, mendadak viral di media sosial. Beruntung, kasus yang mencoreng institusi negara ini langsung mendapat pengawalan ketat dan respons cepat dari Suryono, yang akrab disapa βKetua Aingβ, selaku Ketua Pokja Wartawan Bantargebang.
βPeristiwa yang terjadi pada Jumβat (26/6/2026) tersebut melibatkan sekitar 10 orang pria yang datang menggunakan dua unit mobil. Tanpa salam dan tanpa permisi, gerombolan ini langsung menggeruduk kediaman US dan menginterogasinya dengan nada tinggi terkait kepemilikan sebuah mobil bak terbuka (pick-up) yang terparkir di halaman rumah.
βKronologi Kejadian: Bermula dari Sengketa Gadai
βBerdasarkan penelusuran, polemik ini berakar dari urusan utang-piutang. Korban (US) sebelumnya menerima titipan atau gadai mobil bak terbuka tersebut dari seseorang berinisial MU dengan nilai Rp30 juta. Diduga, mobil tersebut memiliki riwayat perpindahan tangan yang rumit, hingga akhirnya memicu gerombolan OTK ini melacak keberadaan unit sampai ke rumah US.
βNamun, alih-alih menyelesaikan masalah secara hukum, salah satu oknum berinisial VI justru menggunakan cara-cara intimidasi. Di hadapan istri, mertua, dan kerabat korban, pelaku bahkan sempat mengaku sebagai anggota TNI.
ββSaya merasa tidak nyaman dan diintimidasi, apalagi dia mengaku anggota TNI sambil seolah mau mengambil sesuatu di pinggangnya, entah apa itu. Kedatangan gerombolan berkisar 10 orang itu tanpa salam atau sopan santun,β tutur US kepada awak media, Minggu (28/6/2026).
βKetegangan semakin janggal ketika pelaku VI memanggil seorang anggota polisi aktif untuk datang ke lokasi. Bukannya menengahi, oknum polisi yang diduga berasal dari luar wilayah hukum Bantargebang tersebut justru hanya terlihat berbicara intens dengan VI.
βLangkah Nyata βKetua Aingβ dan Reaksi RT Lingkungan
βMendengar jeritan warganya yang terintimidasi, Ketua RT 01/05 Ciketingudik langsung mendatangi lokasi dan menyayangkan sikap gerombolan tersebut yang tidak menghormati hukum adat ketertiban lingkungan.
βDi sinilah peran penting Ketua Aing dimulai. Begitu menerima laporan mengenai adanya oknum yang mencatut nama institusi TNI serta keterlibatan anggota polisi aktif, Ketua Pokja Wartawan Bantargebang ini langsung bergerak sigap dan responsif. Ia turun tangan mengklarifikasi kebenaran materiil langsung dari korban dan memeriksa rekaman CCTV di TKP.
βMelihat arogansi yang terjadi, Ketua Aing mengecam keras tindakan tersebut dan berkomitmen untuk mengusut tuntas siapa dalang di balik pergerakan gerombolan ini.
ββHal ini seharusnya tak perlu terjadi kalau ada komunikasi yang baik saat datang. Semua bisa diselesaikan asal ada sopan santun,β ujar Ketua Aing menyikapi hal ini.
ββApalagi mengaku-ngaku sebagai anggota TNI, miris mendengar hal itu. Institusi negara kebanggaan rakyat dibawa-bawa hanya untuk intimidasi masyarakat demi tujuan pribadi. Dan kedatangan seorang anggota polisi dari luar wilayah Bantargebang itu maksudnya apa?β tegas Ketua Aing.
βKini, di bawah komando Ketua Aing, Tim Pokja Wartawan Bantargebang terus menggali dan mengumpulkan informasi mendalam untuk mengungkap identitas asli oknum yang mengaku TNI serta kejelasan tugas polisi aktif yang hadir pada saat kejadian.




